Pontianak,- Ketua DPC PPP Kota Pontianak yang juga Wakil Wali Kota Pontianak H Sutarmidji SH MHum, resmi menjadi calon wali kota periode 2008-2013 dari partai berlambang Ka’bah. Siapa yang akan mendampinginya dalam pertarungan pilkada nanti? Sutarmidji masih merahasiakannya.
“Senin malam (24 Maret), DPW PPP Kalbar telah bermufakat dan telah menghasilkan dalam keputusan rapat untuk menetapkan saudara
Sutarmidji sebagai calon wali kota periode 2008-2013 dari PPP,” kata Ketua DPW PPP Kalbar Ahmadi Usman dalam keterangan persnya kemarin (25/3) di Sekretariat DPW PPP Kalbar Jalan Hos Cokroaminoto, Pontianak.
Sebelumnya, dari hasil rapat pengurus harian tingkat DPC PPP Kota mengajukan dua nama yaitu Sutarmidji dan Paryadi untuk ditetapkan DPW PPP Kalbar sebagai calon Wali Kota Pontianak.
Dipilihnya dua nama itu juga hasil penjaringan dari pemandangan umum PAC-PAC PPP Kota Pontianak setelah mendengarkan visi dan misi sembilan bakal calon wali kota Pontianak yang mendaftar di PPP.
Menurut Ahmadi Usman, PPP tinggal mempertimbangkan pelaksanaan koalisi terhadap partai lainnya. Soalnya, PPP sadar masih tidak bisa mengusung calonnya tanpa melakukan koalisi.
Sekadar diketahui, hingga saat ini baru PKPI yang menyatakan diri siap berkoalisi dengan PPP. Dengan koalisi kedua partai ini saja, sudah bisa mengajukan calon kepala daerah.
Siapa pendamping Sutarmidji nanti untuk memenangkan Pilkada Pontianak? Ahmadi belum bisa menjawabnya. Kata dia, PPP tetap berlandaskan kepada mekanisme yang berlaku dimana bakal calon yang telah ditetapkan akan menentukan pendampingnya dengan tetap mengkonsultasikannya dengan DPW.
“Karena berbicara masalah pendamping, maka kita berbicara sinergisitas. Artinya, tentulah dicari pasangan yang bisa bekerjasama, yang cocok dengan Pak Sutarmidji,” kata Ahmadi yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak ini.
Ia juga mengemukakan beberapa alasan mengapa DPW memilih Sutarmidji sebagai calon Wali Kota Pontianak. Pertama, Sutarmidji merupakan kader terbaik PPP yang menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kota dan sedang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Pontianak. “Sehingga sangat wajar dan pantas untuk diusung oleh PPP,” tegasnya.
Alasan lainnya, dari internal partai menilai kinerja yang ditunjukkan Sutarmidji dalam mengemban jabatannya di pemerintahan sudah cukup baik. “Tapi kita serahkan kepada masyarakat untuk menilainya,” katanya. “Tapi kita berharap inilah figur terbaik untuk memimpin Kota Pontianak ke depannya,” tambahnya lagi.
Telah diputuskannya Sutarmidji sebagai calon Wali Kota Pontianak dari PPP, maka DPW menginstruksikan kepada pengurus dewan pimpinan wilayah, pengurus dewan pimpinan cabang, dan pengurus pimpinan anak cabang, ranting serta anggota partai untuk wajib mengamankan, menyukseskan dan memenangkan calon yang diusung.
“Bila ditemukan, baik itu pengurus atau anggota yang melanggar, maka kami memberikan kewenangan kepada pengurus cabang untuk memberikan sanksi sesuai dengan AD/ART partai,” katanya.
Sementara itu Sutarmidji mengatakan bahwa wakil wali kota yang akan mendampinginya nanti akan dikonsultasikan dengan wilayah setelah dilakukan pengkajian bersama.
“Nanti ada kajian bersama antara DPC dan DPW yang tentunya juga akan melibatkan PAC dan Ranting. Karena bagaimana pun, ini kerja organisasi dalam suatu partai. Sehingga, semua unsur partai harus terlibat dan dilibatkan sehingga sukses memenangkan pilkada,” katanya.
Musim penghujan menjadikan tumpukan sampah di tepi jalan utama Kota Pontianak menyebarkan bau menyengat. Dikhawatirkan musim penghujan, tumpukan sampah itu menjadi salah satu tempat berkembangnya bakteri sehingga menularkan penyakit kepada masyarakat. “Kita imbau supaya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak lebih sigap lagi mengangkut sampah,” kata Jhon Pasulu SH anggota dewan Kota Pontianak kepada Pontianak Post.
Pertemuan pedagang Pasar Flamboyan dengan kalangan anggota Komisi B DPRD Kota Pontianak, yang digelar Forum Komunikasi Pedagang Informal Kota Ponhtianak, di halaman Pasar Flamboyan, Kamis (6/3) berjalan aman, walau aparat kepolisian tetap berjaga-jaga di kawasan pasar itu.
Wali Kota, H Buchary A Rachman mengatakan, pemkot sedang menjajaki kerjasama dengan pemprop untuk membangun fly over (jembatan layang) di persimpangan jalan kota yang rawan kemacetan. “Di daerah kita ini, membangun sub way (jalan bawah tanah) tidak mungkin karena permukaan air tanah tinggi,” katanya beberapa waktu lalu.
Recent Comments