Wakil Wali Kota Pontianak, H Sutarmidji SH MHum mengungkapkan masih sekitar seribu gang di Kota Pontianak yang belum tertata baik. Untuk menata gang tersebut, pemkot tetap melanjutkan kegiatan pembangunan melalui kerjasama dengan masyarakat.
Menurut Sutarmidji, pada 2008 ini, masih banyak gang-gang yang harus dikerjakan dan menjadi perhatian bersama. Paling banyak berada di Pontianak Utara dan sebagian di Pontianak Timur, sedangkan di Pontianak Kota dan Pontianak Barat sekitar 90 persen sudah baik.
”Diharapkan kawasan-kawasan yang selama ini belum terbuka, antara satu gang dengan gang lainnya belum berhubungan, akan diupayakan berhubungan. Namun, ini semua tergantung kepada masyarakatnya. Dimaksudkan untuk menghindari kemacetan,” jelas Sutarmidji, saat melakukan peninjauan beberapa gang di Kecamatan Pontianak Barat dan Pontianak Kota, belum lama ini.
Sutarmidji memberi contoh misalnya, dari Jalan HRA Rahman ke Jalan Danau Sentarum, tidak melewati jalan besar lagi. Begitu pula dengan masyarakat Komplek Jeruju Permai, tidak lagi melewati Jalan Komyos Sudarso, melainkan langsung melalui Jalan Karet untuk mengurangi kemacetan di Komyos Sudarso.
Untuk mempercepat pembangunan jalan gang tersebut, kata Sutarmidji, diperlukan koordinasi dan kerjasama. ”Misalnya di Kecamatan Pontianak Kota. Ada satu gang yang minta dilebarkan jalannya. Akhirnya semua tanda tangan untuk menyerahkan empat meter lahan, masing-masing sepanjang 700 meter. Warga sudah membuat pernyataan, bahkan sudah memundurkan pagarnya. Koordinasi dan kerjasama seperti ini lah yang paling bagus,” ungkap Sutarmidji.
Sementara itu, salah seorang warga, Fachrudin Ahmad selaku Ketua RW di Kecamatan Pontianak Kota mengungkapkan peran aktif pemerintah kota bisa membantu pelaksanaan pembangunan di masyarakat. Misalnya, turut hadir saat pelaksanaan pembangunan, sehingga masyarakat bergairah untuk berpartisipasi dan gotong royong.
”Sekitar 85 persen jalan di Pontianak Kota ini sudah bagus. Hanya saja masih diharapkan bantuan pemkot berupa pembuatan drainase atau saluran air melalui pembarauan di lingkungan perkampungan warga,” ujar Fachrudin.
Recent Comments