Wajah kota Pontianak sudah banyak berubah. Mol dan pertokoan modern sudah semakin banyak, meskipun banyak yang hampir gulung tikar karena tidak ada konsumennya. Pasar-pasar tradisional dirubah menjadi pasar modern sehingga tidak ada ruang lagi bagi pengusaha kecil dan menengah. Iklan reklame menghiasi kota, namun sepertinya tidak tertata dengan baik. Lampu penerangan jalan umum sudah banyak tidak hidup lagi di malam hari akibatnya banyak terjadi aksi kriminal. Air PDAM hanya bisa untuk mandi dan cuci saja, dan kadang-kadang macet. PKL menjamur dimana-mana. Sampah berserakan dan menyebarkan bau tak sedap. Inilah wajah kota Pontianak saat ini. Masih pantaskan Kota Pontianak jadi ibukota Provinsi Kalbar. Kami mengundang komentar warga Kota Pontianak untuk memberikan saran, pendapat dan kritikan untuk membangun Kota Pontianak
Recent Comments