BAU SAMPAH KIAN MENYENGAT

24 03 2008

Tumpukan sampah yang tak teratur di Kota Pontianak, walaupun ada TPS tetap saja ada yang membuang di sembarang tempat. FOTO MUDJADI/PONTIANAKPOSTMusim penghujan menjadikan tumpukan sampah di tepi jalan utama Kota Pontianak menyebarkan bau menyengat. Dikhawatirkan musim penghujan, tumpukan sampah itu menjadi salah satu tempat berkembangnya bakteri sehingga menularkan penyakit kepada masyarakat. “Kita imbau supaya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak lebih sigap lagi mengangkut sampah,” kata Jhon Pasulu SH anggota dewan Kota Pontianak kepada Pontianak Post.

Sampah menumpuk dengan mudah dilihat di TPS Jalan Sutan Syahrir, persisnya ujung jalan Sulawesi, Jalan Urai Bawadi, Jalan Paris II, Jalan veteran, Jalan Imam Bonjol, dan ruas jalan utama lainnya. Akibatnya tumpukan sampah itu tak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi pemandangan yang membawa kesan negative pada kebersihan dan keindahan Kota Pontianak. Dia sangat sependapat tempat pembuangan sampah tidak di jalan umum, apalagi ruas jalan itu dilewati seluruh penduduk. Bahkan warga Negara asing yang kebetulan berkunjung seperti Malaysia melihat “tontonan” sampah di jalan umum.

Supaya tak menimbulkan bau, harapan dia supaya Dinas kebersihan dan Pertamanan meningkatkan intensitas pengangkutan sampah. Demikian juga supaya saluran air di sekitar lokasi tumpukan sampah berfungsi maksimal. Selain itu secara bertahap juga mencari solusi untuk memindahkan masalah sampah dapat diatasi dengan tepat. Sehingga kesan negative dari tumpukan sampah di tepi jalan umum segera sirna, layaknya seperti di jpersimpangan jalan Gajahmada-Agus salim-Diponegoro yang kini sudah terlihat indah dan bersih.

Pantauan Pontianak Post,tak banyak berubah dari tumpukan sampah yang ada di Kota Pontianak. Rutinitas pengangkutan sampah tetap dilakukan pihak terkait. Tetapi tak lama setelah sampah yang menumpuk itu terangkut, kembali bak sampah penuh lagi. Kenyataan itu setiap hari bisa dilihat di TPS yang tersebar di Kota Pontianak.

Di lokasi penumpukan sampah seperti itu, sering terlihat pemulung mengumpulkan bahan sisa. Tak jarang juga kambing-kambing mencari sisa-sisa makanan.

Menyikapi kebersihan dan lingkungan yang demikian, beberapa waktu lalu Paryadi S.Hut menguraikan perlunya peningkatan kesadaran lingkungan. Kepala Bapedalda Kalbar Tri Budiarto dalam kesempatan terpisah ketika itu juga menyambut baik adanya program Clear and Clean dalam meningkatkan kepedulian lingkungan di Kota Pontianak.





Perbaiki Dulu Jalan Utama, Sebelum Bangun Fly Over

24 03 2008

Anggota DPRD Pontianak dari Fraksi Partai Demokrat Wiseno Sudarmo merespon positif wacana pembangunan jalan layang (fly over) oleh pemerintah kota. Akan tetapi, sebelum melangkah jauh dalam pembangunan itu, dia meminta agar pemkot memprioritaskan terlebih dahulu perbaikan jalan-jalan utama kota.

“Jangan sampai ketika kita gencar dan menggebu ingin membangun jalan layang, tapi perbaikan jalan ruas utama yang berlubang diabaikan. Benahi dulu perbaikan jalan utama ibu kota, baru melangkah dalam pembuatan jalan layang,” katanya.

Jalan utama yang harus secepatnya diperbaiki diantaranya yakni Jalan Sultan Muhammad yang kondisinya sudah rusak cukup parah. “Saya lihat sekarang sudah ada disusun batu di jalan-jalan yang berlubang. Mudah-mudahan saja jalan itu secepatnya bisa diperbaiki. Jika musim hujan, lubang jalan di sana jadi seperti kolam. Padahal di sana merupakan salah satu urat nadi perekonomian kota bahkan Kalbar yang memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang begitu besar,” katanya.

Begitu juga dengan perbaikan jalan lingkungan yang menghubungan akses menuju jalan lainnya. Juga harus diperhatikan pemerintah untuk diprioritaskan perbaikannya. Seperti di beberapa ruas jalan yang menjadi akses ke Jalan Gajahmada dan Jalan Tanjungpura.

Pantauan Pontianak Post, jalan lingkungan yang juga menjadi akses atau penghubung utama menuju jalan atau kawasan lainnya yang rusak parah dan perlu diperbaiki secepatnya yakni di Gang Selamat III Jalan HRA Rahman, yang menjadi akses utama untuk menuju Jalan Apel dan Jalan Komodor Yos Sudarso.

Sementara itu menurut Wiseno Sudarmo, pembangunan jalan layang di Kota Pontianak harus dikaji secara matang. Jangan sampai pembuatan jalan layang justru menghambur-hamburkan uang negara dan tidak terlalu banyak manfaatnya.

Untuk percontohan, kata dia, memang sangat pas bila pembangunan jalan layang ditempatkan di persimpangan Jalan Tanjungpura—Imam Bonjol—Pahlawan—menuju ke Jembatan Kapuas I. “Kondisi kemacetan di sana memang sudah sangat parah. Memang pantas jembatan layang dibangun di sana. Tapi ingat, jalan-jalan utama kota sudah harus mulus dulu,” katanya.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.