Musim penghujan menjadikan tumpukan sampah di tepi jalan utama Kota Pontianak menyebarkan bau menyengat. Dikhawatirkan musim penghujan, tumpukan sampah itu menjadi salah satu tempat berkembangnya bakteri sehingga menularkan penyakit kepada masyarakat. “Kita imbau supaya Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak lebih sigap lagi mengangkut sampah,” kata Jhon Pasulu SH anggota dewan Kota Pontianak kepada Pontianak Post.
Sampah menumpuk dengan mudah dilihat di TPS Jalan Sutan Syahrir, persisnya ujung jalan Sulawesi, Jalan Urai Bawadi, Jalan Paris II, Jalan veteran, Jalan Imam Bonjol, dan ruas jalan utama lainnya. Akibatnya tumpukan sampah itu tak hanya menimbulkan bau menyengat, tetapi pemandangan yang membawa kesan negative pada kebersihan dan keindahan Kota Pontianak. Dia sangat sependapat tempat pembuangan sampah tidak di jalan umum, apalagi ruas jalan itu dilewati seluruh penduduk. Bahkan warga Negara asing yang kebetulan berkunjung seperti Malaysia melihat “tontonan” sampah di jalan umum.
Supaya tak menimbulkan bau, harapan dia supaya Dinas kebersihan dan Pertamanan meningkatkan intensitas pengangkutan sampah. Demikian juga supaya saluran air di sekitar lokasi tumpukan sampah berfungsi maksimal. Selain itu secara bertahap juga mencari solusi untuk memindahkan masalah sampah dapat diatasi dengan tepat. Sehingga kesan negative dari tumpukan sampah di tepi jalan umum segera sirna, layaknya seperti di jpersimpangan jalan Gajahmada-Agus salim-Diponegoro yang kini sudah terlihat indah dan bersih.
Pantauan Pontianak Post,tak banyak berubah dari tumpukan sampah yang ada di Kota Pontianak. Rutinitas pengangkutan sampah tetap dilakukan pihak terkait. Tetapi tak lama setelah sampah yang menumpuk itu terangkut, kembali bak sampah penuh lagi. Kenyataan itu setiap hari bisa dilihat di TPS yang tersebar di Kota Pontianak.
Di lokasi penumpukan sampah seperti itu, sering terlihat pemulung mengumpulkan bahan sisa. Tak jarang juga kambing-kambing mencari sisa-sisa makanan.
Menyikapi kebersihan dan lingkungan yang demikian, beberapa waktu lalu Paryadi S.Hut menguraikan perlunya peningkatan kesadaran lingkungan. Kepala Bapedalda Kalbar Tri Budiarto dalam kesempatan terpisah ketika itu juga menyambut baik adanya program Clear and Clean dalam meningkatkan kepedulian lingkungan di Kota Pontianak.
Recent Comments